Showing posts with label Gunung Lokon. Show all posts
Showing posts with label Gunung Lokon. Show all posts

May 01, 2012

Gunung Lokon Meletus,Warga Sekitar Panik


Gunung Lokon di kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meletus Selasa pada pukul 03.07 WITA. Seperti dilaporkan ANTARA, meletusnya gunung yang berstatus siaga ini menyebabkan warga di sekitarnya panik dan berlari berhamburan keluar rumah.

"Kami memang sedang tertidur saat terjadinya letusan. Gemuruh yang keluar memang cukup lama terdengar," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow I Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Selasa dini hari.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Farid Ruskanda Bina, mengaku sulit memantau aktivitas gunung berapi ini karena diselimuti kabut tebal. "Kami tidak bisa memantau ketinggian debunya karena kondisi Gunung Lokon masih tertutup kabut tebal," ujarnya. Sumber

Kota Tomohon Hujan Abu Vulkanik Gunung Lokon


Sebagian Kota Tomohon, Sulawesi Utara, berdebu setelah Gunung Lokon meletus pada pukul 08.20. Sebaran debu vulkanik Gunung Lokon diperkirakan mencapai Kota Tondano yang berjarak 20 kilometer dari Tomohon.

Wali Kota Tomohon Jemmy Eman, Jumat (10/2/2012), mengatakan, debu Lokon menyebar merata di dua kelurahan. Tomohon bagian selatan yang meliputi Kelurahan Matani, Wailan, dan Saroinsong mandi abu.

Debu tersebar ke rumah-rumah warga dengan ketebalan rata-rata satu sentimeter. Jalanan Kota Tomoho juga berdebu. Jumat siang, puluhan petugas kebersihan Kota Tomohon menyiram sejumlah ruas jalan.

Sesak napas

Akibat letusan Gunung Lokon, sejumlah warga menderita sesak napas dan membutuhkan masker untuk mencegah gangguan pernapasan.

Beno Moningka, warga Matani mengatakan, warga sempat panik ketika mendengar bunyi letusan Lokon yang kemudian mengeluarkan debu. Baru kali ini Kota Tomohon merasakan dampak letusan Lokon.

Dampak letusan Lokon sampai ke Tomohon karena angin bertiup ke selatan dan tenggara.

Farid Ruskanda, yang menyaksikan letusan Lokon, mengatakan, letusan terjadi pagi hari dan mengeluarkan material vulkanik debu setinggi 2.000 meter. ”Gunung Lokon hanya sekali saja meletus,” katanya.Sumber

Gunung Lokon meletus dua kali


Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, kembali meletus pukul 11.52 WITA dengan letusan susulan 11.56 WITA, Selasa (21/2/2012). Namun, letusan kali ini tidak sebesar letusan-letusan sebelumnya.

"Letusan debu vulkanik tidak terlihat. Hanya terdengar seperti bunyi gemuruh dari kawah," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Kota Tomohon, Jemmy Runtuwene, di Tomohon.

Enam jam sebelum terjadi letusan, menurut Jemmy, terekam sekitar 115 gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal. "Bila ditotal sejak peningkatan gempa Senin pukul 16.00 WITA, maka mencapai 400-an kali," katanya.

Warga di kelurahan terdekat dengan kawah Tompaluan, Gunung Lokon, seperti Kelurahan Kinilow I, Kinilow, dan Kakaskasen I, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, hanya mendengar bunyi gemuruh yang tidak terlalu keras. Sumber

Gunung Lokon di Tomohon Meletus


Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (24/4/2012) pukul 11.21 Wita, meletus. Letusan disertai bunyi gemuruh cukup kuat dan menggetarkan tiang serta kusen rumah. Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon mulai terlihat sejak Senin pukul 15.00. Hingga Selasa pukul 09.00 tercatat sekitar 180 kali gempa vulkanik.

"Letusan kali ini cukup kuat, diiringi dengan bunyi gemuruh yang kuat pula. Pijakan kami sempat bergetar. Begitupun dengan tiang penyangga rumah dan kusen jendela dan pintu, ikut bergetar," kata Junike Agustin, warga Kelurahan Kinilow I, Kecamatan Tomohon Utara, Tomohon.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Kakaskasen, Tomohon, Farid Ruskanda Bina membenarkan letusan tersebut.  "Debu letusan tidak bisa kami perkirakan karena tertutup kabut," katanya. sumber

Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus


Gunung Lokon di Sulawesi Utara meletus, Selasa, (1/5/2012), pukul 11.55 WITA. Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, tinggi asap letusan mencapai ketinggian 2.500 meter.

"Letusannya lebih besar daripada letusan pada Rabu, (25/4) yang lalu. Sebelumnya telah terjadi peningkatan aktivitas yang ditandai dengan meningkatnya kegempaan vulkanik dangkal dan vulkanik, 2-3 gempa dalam 2 menit, antara gempa diikuti tremor vulkanik. Rekomendasi, agar tidak ada aktivitas dalam radius 2,5 km dari kawah Tompaluan," kata Sutopo.

Gunung Lokon terletak dekat Kota Tomohon yang berjarak 40 kilometer dari Kota Manado. Saat ini telah disiapkan tempat-tempat pengungsian yang dapat digunakan jika sewaktu-waktu masyarakat harus mengungsi.

Menurut Sutopo, PVMBG Badan Geologi, menyatakan, masyarakat belum perlu mengungsi. Lokasi pengungsian harus dipastikan jumlahnya, daya tampung dan ketersediaan permakanan, logistik dan peralatannya pada tempat yang aman.

Selain itu, untuk wilayah yang akan ditinggalkan masyarakat jika mengungsi perlu dijaga oleh satuan setempat yaitu TNI, Polri, dan tokoh-tokoh pemuda setempat yang memiliki mobilitas tinggi untuk menghindari pencurian.

Kepala BNPB juga sudah menginstruksikan kepada Tim Reaksi Cepat BNPB yang dipimpin Deputi Penanganan Darurat untuk memberikan pendampingan dalam penangan darurat Gunung Lokon.

BNPB telah menyerahkan dana siap pakai Rp 400 juta dan mobil komunikasi kepada BPBD Sulawesi Utara. BNPB telah menyiapkan logistik dan peralatan.

Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana wilayah timur yang berpangkalan di Bandara Abdulrahman Saleh Malang beserta pesawat Hercules C-130 telah disiagakan. Unsur-unsur pusat di kementerian dan lembaga telah dikoordinasikan. "Semua siap dimobilisasi jika diperlukan," sebut Sutopo.Sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...